Selasa, 03 Januari 2017

karya ilmiah

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Globalisasi merupakan pintu gerbang menuju modernisasi dalam segala kehidupan, termasuk dalam lingkup perusahaan, khususnya manajemen. Globalisasi membawa berbagai dampak positif dan negative bagi perusahaan.
            Dewasa ini, banyak dampak positif yang dapat kita temukan dari adanya globalisasi, salah satunya adalah suatu perusahaan dapat dengan mudah memasuki pasar global untuk bersaing dengan perusahaan lain, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
            Namun untuk memasuki pasar global diperlukan pengetahuan dan kemampuan yang cukup. Seorang manajer harus mampu melihat kondisi dan mengambil keputusan yang tepat agar perusahaan yang ditanganinya dapat berhasil dalam pasar global.
            Sebelum memasuki global, kita harus mengubah sudut pandang kita menjadi sudut pandang global, kita  juga harus memahami lingkungan global, serta mengetahui cara mengelola lingkungan global.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Memahami Perspektif Global
2.      Memahami Lingkungan Global
3.      Berbisnis Secara Global
4.      Menjalankan Menejemen Di Lingkungan Global



BAB II
MENGELOLA DALAM LINGKUNGAN GLOBAL

A.    Memahami Perspektif Global
Di era globalisasi, tidak sedikit orang yang sudah mampu menggunakan lebih dari satu atau dua bahasa yang ada di dunia. Menguasai bahasa Inggris yang menjadi salah satu bahasa yang di pakai secara Internasional merupakan suatu tuntutan bagi pelaku bisnis global. Bahkan, kebanyakan penduduk di negara maju seperti Singapura, bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa sehari-hari setelah bahasa ibu di Negara mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Internasional merupakan suatu hal yang sangat penting bagi para pelaku bisnis secara global. Para pelaku bisnis yang mahir menggunakan bahasa Internasional akan lebih bisa mengetahui perkembangan bisnis secara global jika dibandingkan dengan para pelaku bisnis yang tidak bisa menggunakan bahasa Internasioanl. Sebab dalam persaingan yang bisnis secara global, bahasa yang digunakan bukan hanya bahasa ibu tempat dimana kita berada. Dalam persaingan bisnis secara internasional tentu juga akan menggunakan bahasa Internasional. Jika kita ikut sebagai pelaku bisnis secara Internasional namun kita tidak mempu menggunakan bahasa secara Internasioanal, maka kita akan mengalami kekalahan dalam berbisnis jika para pesaing kita lebih mahir dalam menggunakan bahasa Internasional. Dengan demikian, kemampuan berbahasa Internasional merupakan hal utama yang harus dikuasai oleh para pelaku bisnis global.
Pendidikan dalam mempelajari bahasa yang dipakai secara Internasional telah dilakukan oleh setiap negara. Tujuannya tidak lain adalah agar tidak tertinggal dengan negara lain yang sebagian besar penduduknya menjadikan bahasa Internasional sebagai bahasa sehari-hari. Pembelajaran menggunakan bahasa Internasional sudah ditamankan sejak dini oleh negara berbagai negara. Termasuk negara kita, Indonesia. Bahasa Inggris yang merupakan salah satu bahasa yang di gunakan secara Internasional menjadi bahasa yang paling banyak dipelajari oleh setiap negara yang ada didunia. Selain bahasa Inggris, juga terdapat bahasa lain yang digunakan secara Internasional, seperti bahasa Arab. Sudah banyak bahasa yang digunakan secara Internasional yang diambil dari berbagai negara. Apalagi dalam berbisnis, untuk mengetahui bagaimana perkembangan pasar secara global diperlukan banyak bahasa yang digunakan oleh banyak negara. Tentu  para pelaku bisnis juga harus bisa menguasai semua banyak bahasa yang digunakan tersebut. Disini kita bisa mengetahui seberapa pentingnya kemampuan berbahasa Internasional oleh para pelaku bisnis global.
Dalam berbisnis secara global, tentunya kita tidak hanya menguasai satu atau dua ilmu yang dibutuhkan. Kita haruslah mampu menguasai lebih banyak ilmu dalam berbisnis secara global. Tentu juga kita tidak boleh terpaku hanya pada salah satu pandangan mengenai cara berbisnis secara global. Kita haruslah terbuka dengan dunia luar dan mau menerima masukan-masukan yang sifatnya membangun. Terdapat banyak pandangan yang haruslah kita terima dalam menjalankan bisnis secara global.
Monolingualisme adalah salah satu tanda sebuah negara mengalami parokialisme. Parokialisme adalah menilai dunia hanya dengan penglihatan dan perspektifnya sendiri. Orang yang berpandangan parokialisme tidak mau mengerti dengan orang lain yang mempunyai pandangan dan cara yang berbeda dengan dirinya. Mereka mempunyai prinsip “yang ada pada kami lebih baik dari yang ada pada mereka”. Mereka terkesan kaku dan tidak mau mngerti dengan kemampuan orang lain yang tidak bisa seperi mereka. Namun, bagi para pelaku bisnis tidak perlu kawatir dengan adanya pandangan ini, masih ada tiga pandangan yang lain untuk menjalankan bisnis anda.
Pertama, pandangan etnosentris, adalah keyakinan parokialisme bahwa pendekatan dan praktik kerja terbaik adalah yang dimiliki negara asal atau sendiri (home ciuntry/negara dimana kantor-kantor utama milik perusahaan berada). Para manajer yang mempunyai pandangan etnosentris berpendapat bahwa para pekerja yang berasal dari negaranya lebih baik dan lebih kompeten dalam melakukan pekerjaannya jika dibandingkan dengan para pekerja dari negara lain. Mereka tidak mau menaruh kepercayaan penting pada para pekerja yang berasal dari negara lain.
Kedua, pandangan polisentris, memandang bahwa para karyawan dinegara tuan rumah atau host country (negara lain dimana organisasi menjalankan bisnis). Cara pandang ini memang agak terbuka dengan mempersilahkan para pekerja dari negera dimana tempat perusahaan beroprasi untuk menjadi orang kepercayaan. Mereka berkeyakinan bahwa para pekerja tuan rumah lebih memahami situasi dan kondisi lingkungan dimana perusahaan berada.
Dan pandangan yang terakhir yang mungkin dimiliki oleh para manajer sebuah organisasi adalah pandangan geosentris, sebuah pandangan yang berorientasi-dunia yang berfokus untuk menggunakan pendekatan dan orang terbaik dari seluruh dunia. Para manajer yang berpandangan geosentris akan berfikir bahwa untuk menjadi sebuah organisasi yang baik dan unggul, maka dalam merekrut pegawai haruslah tidak pandang dari mana negara asal para pekerja tersebut atau apa golongan pekerja tersebut, malainkan yang diutamakan adalah kualitasnya dalam bekerja. Para pekeraja adalah orang-orang terbaik yang berasal dari seluruh seantero dunia. Inilah tipe pendekatan yang dibutuhkan oleh para manajer yang menginginkan perusahaannya sukses dalam lingkungan global.

B.      Memahami Lingkungan Global
Perdagangan secara global merupakan salah satu bentuk nyata yang ada pada lingkungan global, yang kalau kita ingat dalam pelajaran sejarah, bukanlah merupakan hal yang baru. Ada banyak negara dan organisasi yang yang telah berdagang selama berabad-abad. Perdagangan secara global ini berlanjut hingga sekarang. Seperti yang telah kitaketahui bersama, banyak para negara atau oraganisasi melakukan berbagai persekutuan dan perjanjian untuk melakukan perdagangan secara global yang dinegosiasikan sesuai dengan kewenangan World Trade Organization.
Kompetisi secara global dahulu dipandang sebagai perseturuan antarnegara seperti AS versus Jepang, Prancis versus Jerman, Meksiko versus Kanada, dan lain sebagainya. Namun untuk saat ini, kompetisis global di bentuk untuk membentuk perjanjian persekutuan secara regional oleh negara-negara yang menginginkan kemajuan kemudian membentuk perjanjian-perjanjian perdagangan regional seperti Uni Eropa (European Union-UE), North American Free Trade Agreement (NAFTA), Association of South Asia Nations (ASEAN), dan lain-lain. Pada pembahasan ini akan dibahas satu-persatu mengenai kelompok dagang tersebut.
a.       Uni Eropa
Uni Eropa atau Europa Union (UE) adalah persekutaun ekonomi dan politik dari 27 negara demokraris di Eropa. Tiga negara (Kroasia, Masedonia dan Turki)   telah mendaftarkan diri untuk menjadi anggota baru. Ketika 12 anggota awal membentuk EU di tahun 1992, motivasi utamanya adalah memantapkan kembali posisi ekonomi wilayah ini terhadap Amerika Serikat dan Jepang.
b.       North American Free Trade Agreement dan Perjanjian-Perjanjian lainnya di Wilayah Amerika Latin.
North Amrican Free Trade Agreement (NAFTA) di sepakati oleh pemerintah negara Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat pada tahun 1992. Kelompok dagang ini menjadi kelompok dagang yang menyebar luas ke seluruh dunia. Bahkan sampai dengan tahun 2008 NAFTA masih menjadi blok dagang terbesar di dunia dalam ukuran GDP gabungan dari para anggotanya. Seperti yang telah kita ketahui, anggota NAFTA menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Seperti Amerika Serikat yang hingga saat ini masih menguasai di perdagangan dunia walau pada akhir-akhir ini mulai tergeser oleh Cina, namun kita juga tidak bisa meniadakan keberadaan negara adidaya tersebut. Negara-negara Amerika Latin lainnya akhirnya turut bergerak membentuk blog perdagangan bebas untuk mengimbangi keberadaan NAFTA yang di anggap mulai menghilangkan pengaruh bagi masing-masing negara yang menjadi dampak dari adanya NAFTA tersebut.
c.        Association of South East Asian Nation (ASEN)
ASEAN adalah aliansi perdagangan dari 10 negara di Asia Tenggara. Wilayah  ASEAN meliputi 566 juta dan GDP gabungan sebesar 737 miliar dolar. Keberadaan ASEAN saat ini semaikn di akui dengan kemajuan perekonomiannya yang di yakini akan dapat mengimbangi atau bahkan menyaingi pengaruh EU atau NAFTA di kancah perekonomian global.
d.      Aliansi-aliansi Dagang lain
Di negara-negara yang ada di dunia ini, terdapat beberapa bagian yang juga membuat aliansi dagang. Selain bagian pada negara-negara yang telah di bahas di awal, juga masih terdapat aliansi dagang lain. Seperti halnya  Uni Afrika (African Union-AU), South Asian Asspciation For Regional Cooperation (SAARC) yang berada di wilayah Asia Selatan dan lain sebagainya. Dalam melakukan perdagangan secara internasioanal, kadang kala terjadi hal-hal atau perilaku yang tidak profesional. Terdapat kemungkinan akan terjadinya sebuah kecurangan-kecurangan antara negara yang terlibat dalam perdagangan global tersebut. Dengan demikian, kiranya perlu untuk membentuk lembaga yang secara hukum ditaati oleh semua negara yang terlibat dan kemudian bisa memberikan peraturan yang dapat menertibkan jalannya proses perdagangan. Dalam hal ini, oraganisasi yang bernama World Trade Organization (WTO) didirikan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan WTO adalah menolong negara-negara untuk menjalankan perdagangan melalui sebuah sistem aturan dagang. Meskipun banyak mendapat protes dan kritikan, lembaga ini tetap berdiri hingga saat ini.

C.    Berbisnis Secara Global
Dalam berbisnis, ada hal yang menjadi tujuan dari semua organisasi atau perusahaan. Pada umumnya, semua mengharapkan sebuah kesuksesan dalam menjalankan setiap bisnis yang dijalankan. Bahkan, setelah berhasil mengembangkan bisnis di wilayah regional, akan tetap melanjutkan bisnis tersebut ke arah global. Inilah yang akan menjadi pembahasan utama pada materi berbisnis secara global. Dalam menjalankan bisnis secara global, terdapat beberapa pendekatan yang dapat di terima secara umum, banyak memakai istilah yang di pakai diantaranya: multi nasioanal, multi domestik, global dan transnasional. Perusahaan multi nasional (multi national corporation -MNC) adalah istilah umum yang mencakup semua tipe perusahaan internasional yang menjalankan perusahaan di banyak negara. Kemudian perusahaan multidomestik (multi domestic cooperation) adalah perusahaan internasional yang menjalankan desentralisasi manajemen dan keputusan-keputusan lainnya ke negara lokal. Dan perusahaan global (global company) adalah perusahaan internasional yang mensentralisasikan manajemen dan keputusan keputusan di negara lokal. Sedangkan perusahaan trannasional adalah perusahaan internasional yang mengeliminasi halangan geografis artifisial.
D.    Menjalankan Manajemen di Lingkungan Global
Hal-hal yang harus dipahami Dalam mengelola perusahaan di lingkungan global terdapat lingkungan yang harus dipahami oleh para manajer global.
·         Lingkngan Politik Dan Hukum
Lingkungan politik dan hukum di suatu negara berpengaruh terhadap perekonomian negara tersebut. Karena lingkungan politik dan hukum yang stabil di suatu negara akan mengundang para investor untuk masuk dan menanamkan modal atau berinvestasi di negara tersebut. Contohnya Amerika, dengan sistem politik yang tengah anjlok saat ini, investasi ekonomi di negara tersebut pun menurun. Berbeda dengan Indonesia, Indonesia yang memiliki sistem politik dan hukum yang kurang stabil membuat para investor ragu – ragu dan berpikir panjang untuk menanamkan modal di Indonesia. Setiap Pemilu, pemilihan umum, kebijakan politik di Indonesia pun mempengaruhi segala sektor bidang termasuk juga perekonomian. Dan sistem pertahanan atau hukum di Indonesia kurang sehingga para investor takut bila perusahaan yang didirikan menjadi tidak aman dan akan rugi bila terjadi suatu kerusuhan ataupun perampokan.
·         Lingkungan Ekonomi
Lingkungan Ekonomi harus sangat diperhatikan oleh seorang manajer. Seorang manajer harus mengetahui sistem perekonomian di negara tersebut apakah Sistem Ekonomi Komando atau Sistem Ekonomi Liberal. Sehingga manajer tahu apa yang akan dilakukan dengan sistem ekonomi tersebut. Selain mengetahui sistem ekonomi di negara tersebut, seorang manajer juga harus mengetahui tingkat pertukaran mata uang, tingkat inflasi, dan beragam kebijakan pajak sehingga bisa menekan biaya atau pengeluaran dari perusahaan.
·         Lingkungan Budaya
Seorang manajer harus mengetahui lingkungan budaya yang mereka hadapi. Lingkungan budaya di setiap negara berbeda – beda, seperti contohnya Meksiko yang memiliki kebiasan membuat suatu pesta bulanan di sekitar tempat parkir untuk semua karyawan dan keluarga para karyawan. Namun seorang manajer menganggap hal itu merupakan sesuatu yang menbuang-buang waktu dan uang. Hal itu membuat para pekerja di Meksiko berpikir bahwa perusahaan sudah tidak memikirkan keluarga mereka lagi. Dan akhirnya perusahaan membuat pesta tersebut kembali setelah ditiadakan. Dan hal itu membuat jumlah produktivitas dan moral pekerja meningkat.
Dari contoh tersebut, maka seorang manajer harus mengetahui budaya kerja di suatu negara sehingga bisa meningkatkan produktivitas di perusahaan tersebut.
·         Manajemen Global Dalam Dunia Masa Kini
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyN7aIueEffsXNYIK7Ew-uhKo8q1K542Bp6BikhndSWTY6FXX0y4dSesxPQaqBHqI_7l-y6wVQjhjZmL0VRLQW40SWa3uYqLB2_kaNWdPkZAo2n9mXNGMqU3BNAiUcN0QAaAaIY9zfzZex/s1600/www.loogix.com_25Qch.gifSeperti banyak organisasi, setelah serangan teroris pada tanggal 11 September 2001, Boeing Co., perusahaan pesawat udara yang berpusat di Chicago merumahkan ribuan pekerjanya karena pesanan dari peIanggan menjadi tidak tetap. Kemudian seiring dengan meningkatnya kembali pesanan pesawat, boeing memutuskan bahwa dibanding mempekerjakan pekerjanya kembali akan lebih murah jika memindahkan pekerjaannya di luar AS, seperti Rusia dan Cina. Di Bangalore, India, GeneraI-Electricrrrezrginvestasikan lebih dari 8 juta dolar untuk membuat pusat penelitiannya yang terbesar di luar AS. Para manajer menghadapi tantangan yang serius tantangan meningkat dari asosiasi yang terbuka dengan globalisasi dan dari perbedaan kebudayaan yang signifikan.
Tekanan untuk menjadi global tedah menyebar. Para pendukung setuju bahwa, keuntungan ekonomi dan sosial berasal dari globalisasi. Sekarang, globalisasi telah menimbulkan tantangan karena keterbukaan yang dibutuhkan untuk bekerja. Apakah tantangannya? Salah satunya adalah meningkatnya ancaman terorisme melalui jaringan teroris global. Globalisasi berarti membuka perdagangan dan meruntuhkan halangan geografis, yang memisahkan negara-negara. Saat ini membuka berarti bahwa menjadi terbuka untuk keburukan seperti juga kebaikannya. Ekonomi dunia telah terbukti dapat bertahan dan ada mekanisme wilayah seperti World Trade Organization untuk membatasi dan  memecahkan masalah-masalah yang mungkin timbul. Akan tetapi, hal ini bukan hanya ini tantangan dari keterbukaan yang harus dipersiapkan untuk dihadapi para manajer.
Kesuksesan mengelola lingkungan global saat ini akan membutuhkan sensitivitas dan pengertian yang luar biasa. Para manajer perlu menyadari bahwa apa yang mereka putuskan dan lakukan akan diperhatikan tidak hanya oleh rnereka yang mungkin setuju tetapi yang paling penting oleh mereka yang mungkin tidak setuju.







BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kesuksesan dalam mempraktikkan manajemen di lingkungan global memerlukan sensitivitas dan pemahaman yang luar biasa. Para manajer dari negara manapun perlu waspada terhadap cara keputusan dan tindakan mereka ditanggapi tidak hanya oleh pihak yang cenderung menyepakatinya namun, lebih penting lagi oleh pihak yang mungkin tidak menyepakatinya.
B.     Saran
Sebaiknya para manajer perlu mencocokkan gaya kepemimpinan dan pendekatan manajemen untuk mengakomodasi tanggapan yang beragam mengenai praktik manajemen di lingkungan global. Dan mampu melakukan dan menerapkan semuanya seefisien dan sefektif mungkin dalam rangka mearih tujuan-tujuan paerusahaan .






Tidak ada komentar:

Posting Komentar